rtp slot gacor link slot gacor slot jp1131 link slot gacor situs slot slot1131 link slot gacor hari ini 12 game slot paling gacor slot gacor scatter hitam slot gacor bet 200 slot zeus petir gacor
rtp slot gacor link slot gacor slot jp1131 link slot gacor situs slot slot1131 link slot gacor hari ini 12 game slot paling gacor slot gacor scatter hitam slot gacor bet 200 slot zeus petir gacor
rtp slot gacor link slot gacor slot jp1131 link slot gacor situs slot slot1131 link slot gacor hari ini 12 game slot paling gacor slot gacor scatter hitam slot gacor bet 200 slot zeus petir gacor
Beranda - Buku - Buku Referensi Optimalisasi Diagnosis Malaria pada Layanan Primer
By using this website, you agree to the use of cookies as described in our Privacy Policy.
Cover of Buku Referensi Optimalisasi Diagnosis Malaria pada Layanan Primer
Pages: 113
ISBN: 978-602-465-536-5
DOI: 15 x 23 cm
Year: 2023
File: Lambok Siahaan Buku Referensi Optimalisasi Diagnosis Malaria pada Layanan Kesehatan Primer_ebook 1
Note: Dalam proses penerbitan

Review

Malaria merupakan penyakit infeksi tular-vektor yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Indonesia sendiri telah mencanangkan Program Indonesia Bebas Malaria pada tahun 2030. Salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai program tersebut adalah kemampuan deteksi dini penderita Asymptomatic malaria dan submicroscopic malaria yang masih ada di daerah endemis malaria. Kedua tipe penderita malaria tersebut umumnya tidak menunjukkan gejala klinis yang membuatnya datang memeriksakan diri ke layanan kesehatan sehingga tidak mendapatkan antimalaria. Penderita malaria yang tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat akan menjadi sumber transmisi parasit kepada vektor (reservoir parasite) yang akan melanjutkan siklus hidupnya dengan menginfeksi korban baru lainnya.

Layanan kesehatan primer merupakan ujung tombak tempat dilakukannya deteksi dini terhadap kedua tipe penderita malaria tersebut. Namun akurasi alat diagnosis malaria yang kerap digunakan pada layanan primer tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan diagnosis menggunakan metode biomolekuler. Hanya saja metode biomolekuler tersebut mempunyai banyak kendala untuk dapat dijadikan sebagai alat diagnosis rutin pada layanan primer. Buku ini memberikan alternatif cara deteksi yang dapat dilakukan pada layanan primer dengan mengoptimalkan prosedur dan alat diagnosis yang ada berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Optimalisasi ini dapat menjadi pilihan terbaik ketika metode biomolekuler belum dapat digunakan secara rutin pada layanan primer.